Semenjak bercerai dari suaminya, Marlita Sari wanita kelahiran semarang jawa tengah itu melalui hari-harinya dengan sering stress dan sakit kepala. Bercak dan noda putih terlihat menempel di kulit kepala. Ia tak pernah mengira bahwa hal itu akan membawany pada penderitaan. Mulanya marlita hanya menyangka kalau itu terjadi gara-gara tidak cocok memakai salah satu produk sampo. Akan tetapi setelah hari berganti hari semakin meluas sampai ke seluruh punggung. Dan akhirnya marlita pun tahu kalau ia telah mengidap penyakit Psoriasis setelah 2 tahun.

Profesinya sebagai seorang sales obat-obatan membuat rambutnya sering lepek sehingga ketombe bisa cepat tumbuh dengan subur karena seringnya rambut terkena panasnya sinar matahari. Mulanya ia tidak menghiraukan ketombenya itu. Tapi seiring kepalanya yang sering terasa gatal sehingga marlita tak pernah berhenti untuk menggaruknya dengan kedua tangannya. Di kepalanya akan muncul lapisan seperti kerak seusai digaruk dan membekas menjadi luka yang lebar. Dan Marlita mengatakan kalau tiap kali lukanya dikelupas esoknya akan muncul lagi.

Wanita kelahiran 23 november 1951itu segera memeriksakannya ke dokter kulit sebab ia merasa sudah tak kuat lagi dengan apa yang ia derita. Marlita didiagnose oleh dokter hanya menderita penyakit kulit biasa. Sehingga Marlita hanya diberi obat peredam gatal, salep dan obat tidur. Alangkah sayangnya, keinginan Marlita untuk sembuh bagaikan angan-angan. Bukanya semakin sembuh setelah meengkonsumsi obat dari dokter melainkan semakin parah. Noda bercak semakin meluas ke seluruh kepala.

Marlita sering kedinginan dan suhu badanya  pun naik turun. Bahkan seluruh kakinya mengelupas kemerah-merahan seperti luka baker. Hari-hari Marlita pun dilaluinya di tempat tidur, meskipun matanya tak bisa terpejam.

Kulit Ular

Pengobatan alternatif pun ia pilih sebagai jalan kesembuhannya karna sempat terlintas di benak bungsu dua bersaudara itu bahwa mungkin penyakitnya itu karna di guna-guna. Teman-temanya menganjurkan ia agar meminum jamu dan obat tradisional. Malahan ia rajin selama satu bulan mengoleskan buah nyamplung yang ditumbuk dan dicampur minyak kelapa ke kepala dan punggungnya. Selain itu daging dan abon ular bahkan kadal pun ia konsumsi. Namun apalah daya meski sudah berusaha dengan berbagai cara belum juga mendapat kesembuhan.

Di bagian siku kiri mulai terlihat Bercak noda putih setelah 2 tahun penyakit itu hinggap di kulitnya. “panas dan rasanya gatal sekali” kata Marlita. Akhirnya ia putuskan pergi keBandunguntuk berobat ke Dokter Spesialis kulit. Dokter mendiagnosis Marlita menderita penyakit Psoriasis. Pada saat itu penyakit seperti yang diderita Marlita memang masih sangat jarang. Dokter mengatakan kalu penyebab utama Psoriasis adalah karna stress yang berlarut-larut. Hanya dengan ketenangan hati dan kebahagiaanlah yang bisa menyembuhkannya.

Dan selama 20 tahun lebih Marlita mengikuti saran dokter dengan sangat berhati-hati terhadap emosinya. Karna jika sebentar saja melakukan kesalahan karna terlalu banyak berpikir, akan mulai tumbuh ketombe dan mengerak di kepalanya. Kalu sudah seperti itu, yang di lakukan Marlita hanya menangis. Sampai suatu hari sekitar pertengahan desember 2006 ia membaca artikel dari sebuah majalah yang menceritakan tentang seseorang yang dapat sembuh dari penyakit Psoriasis hanya dengan mengkonsumsi ekstrak teripang.

Marlita mulai rutin mengkonsumsi gamat –sebutan teripang diMalaysia- setelah membaca artikel itu. Selama 30 hari mengkonsumsi gamat bulum terlihat perubahan kecuali Marlita bisa tidur nyenyak. Sampai akhirnya Kerak-kerak ketombe di punggungnya meluruh setelah ia mengkonsumsi 2 botol.

Tidak hanya mengasup secara oral karna Marlita sudah merasa cocok dengan gamat, ia pun mengoleskan ekstrak gamat ke seluruh tubuhnya. Setelah diolesi salep gamat kulit yang luar biasa gatal terasa sangat adem. sekarang kondisi tubuh Marlita semakin membaik bercak-bercak psoriasis di tangan sudah mulai berkurang.

Psoriasis

Dari bagian Kulit-Kelamin Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo, Jakarta yaitu Dr Benny Wiryadi mengungkapkan pendapat bahwa orang kulit putih lebih dominan terkena Psoriasis dan jarang ditemukan pada suku Eksimo dan Indian. Dalam bahasa yunani psoriasis berarti gatal, kulit akan kemerah-merahan diiringi dengan pembentukan kerak-kerak yang bertumpuk-tumpuk seperti sisik ular adalah salah satu gejalanya. penderita  Psoriasis pada pembuluh darah di bawah kulitnya memang terlihat lebih banyak dan merlebar. Produksi zat tanduk akan lebih banyak dan bagian kulit paling luar menebal sehingga menjadikan sisik transparan berlapis dan mengelupas.

Psoriasis yang tumbuh di tubuh Marlita belum diketahui mekanismenya secara pasti. Dugaan para ahli kulit bahwa karna tidak bisa mengendalikan emosi, sering menggaruk atau menekan secara berulang-ulang, kulit sering diolesi obat keras dan terlalu sering menelan obat sejenis antihipertensi dan antibiotic adalah penyebab psoriasis. Sifat psoriasis secara klinis tidak menular dan tidak mengancam jiwa.

Psoriasis bisa menurunan mental seseorang dan sangat menggangu kenyamanan karna dapat tumbuh di seluruh bagian tubuh. Penyakit psoriasis dapat diobati dengan gamat. Keampuhan dari makhluk dasar laut itu tinggi protein mencapai 86%. 80% dari jumlah protein adalah kolagen, kolagen sangat bermanfaat untuk pembersih dan penjaga kekenyalan kulit. Asam amino penyusunnya mudah diuraikan oleh enzim pepsin sehingga dapat untuk menembus jaringan yang mati.

Zury Azreen bin Azizul Rahman dari Sekolah Ilmu KesehatanMalaysia  melakukan penelitian tentang Teripang yang bersifat penenang. Yang artinya teripang dapat menstabilkan emosi karna berefek sedatif dan analgesik alami. Maka dari itu, emosi marlita lebih tenang berkat asupan teripang dan gatal akibat psoriasis pun telah sirna.